Rabu, 09 Desember 2015

CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI

Berawal dari sebuah anggota organisasi yang ada di sekolah. Banu dan Dea hanya sebagai teman dan hanya saling kenal dalam organisasi, tapi setalah bertemu terus menerus dengan Dea selama 1 tahun. kemudian di tahun ke 2 Banu menjadi ketua organisasi di sekolah dan tidak menyangka kalau partner nya adalah Dea. Banu merasa senang karena menganggap Dea itu pintar dan bisa membantu Banu menjalankan organisasi. Banu semakin kenal siapa Dea dan gimana prilaku serta akhlak keseharian Dea terutama setelah menjadi partner di organisasi. Di awal organisasi Banu sudah di pesan oleh ketua yang menjabat sebelumnya untuk tidak pacaran, dan Banu pun menerima amanat itu. Awalnya Banu menjalankan organisasi dan tidak mempunyai rasa di hati, hanya rasa senang bisa mempunyai partner Dea, tetapi dengan seiring berjalannya waktu Banu mempunyai rasa yang lebih dengan Dea. Satu demi satu kegiatan Banu lalui dengan selalu memperhatikan Dea. Banu bukanlah lah orang yang terburu-buru dalam mengungkapkan rasa itu, Banu pun hanya bisa terdiam memperhatikan dan mulai mengumpulkan informasi tentang dirinya, dan tidak tahu mengapa setelah bersamanya hati Banu terasa bergetar kencang setiap ketemu dengan Dea, sehingga banyak mengenang di setiap pertemuan. Dengan berjalannya waktu Banu pun mulai mengerti semua informasi tentang Dea lewat Dina teman curhat Dea dan sikap serta tingkah lakunya, dan ternyata si partnernya itu sudah mempunyai pacar namanya Ifan si anak organissasi juga dan ketika mengetahui hal itu, hati Banu pun terasa seperti tersayat, apalagi ketika mengetahui bahwa Dea sering curhat dengan Ardi kakaknya Ifan.

Sebenarnya Banu mengetahui informasi tentang itu semua, tetapi Banu simpan rapat sehingga Dea pun tidak tahu jika Banu mengetahui semua hal tetangnya. Banu melakukan itu karena Banu ingin menjadi partner yang baik supaya Dea selalu di sampingnya, serta menemaninya setiap saat menyelesaikan masalah dalam organisasi. Dea menganggap Banu sebagai kakak, sehingga Banu merasa nyaman dan senang ketika bisa ketemu dan ngobrol, walaupun di hatinya bersedih. Banu tipe orang yang selalu menutupi masalah dengan senyuman di depan teman-teman akrabnya walupun hati dalam keadaan sedih. Banyak teman Banu berfikir kalau Banu selalu senang dan bahagi dan juga berfikir kalau Banu dan Dea berpacaran, tapi kenyataannya fikiran itu salah. Waktu terus berputar dan Banu terus ketemu dengan Dea, sehingga kalau tidak ketemu atau melihat nya Banu merasa kangen. Sesakit apapun hatinya Banu tidak bisa melupakannya, semakin lama semakin cinta dan kangen itu lah yang di rasakan, karena Dea adalah orang pertama yang telah mengisi Hatinya. Walaupun kenyataannya Banu tidak bisa mendapatkan cinta Dea, karena masih ada seseorang yang istimewa dan lebih baik yang sedang berlabuh di hati Dea. Banu bukan tipe yang memaksa tapi menyesuaikan dan menyadari siapa dirinya yang bukan siapa-siapa. Banu hanya bisa memperhatiakan dari jauh maupun dekat dah senang sehingga Banu tetap bertahan walapun belum bisa mendapatkannya, Banu senang dan nyaman apabila Banu masih bisa ngobrol dengan dea lewat ucapan maupun sms. Asalkan Dea tidak menghindari, tapi semakin Dea menghindari semakin membuatnya galau. Banu sadar kalau dia tidak lah pantas dengan Dea dan merasa tidak percaya diri, tapi karena hati tidak bisa berbohong. 

Sehingga Banu tetap bertahan. Banu pernah juga khilaf dan membuat Dea kecewa pastinya. begitupun juga sebaliknya Dea seringkali membuat Banu kecewa. Salah satunya dalam acara di Kabupaten saat Banu menjadi panitia kegitan dan saat pulang acara Pramuka di SD tingkat kecamatan yang tidak terlupakan. Hati Banu yang sakit tidak pernah di perlihatkan di luar, sehingga tidak ada yang tahu gimana perasaan Banu yang sebenarnya. Kenyataan yang ada mereka tetap komunikasi dengan baik di organisasi, walaupun mereka punya masalah dengan perasaan masing-masing. Suatu ketika di akhir organisasi yang didalamnya suatu Grup mengadakan acara perpisahan di tempat wisata pantai, Banu sudah merencanakan mengajak Dea dan mengungkapkannya di sana, walaupun Dea sebenarnya pingin tidak ikut, tetapi Banu memaksa Dea ikut. 

Karena Banu menyukai Dea Pertama kali saat di tempat itu. Tapi di sana tidak sesuai apa yg di rencanakannya, karena Dea tidak mau di ajak jalan. Sehingga mereka terpisah Banu jalan dengan teman lain, sedangkan Dea duduk bersantai di pinggir pantai. Kemudian lanjutkan ke tempat Wisata Religi, Banu selalu di sampingnya dari berangkat sampai pulang dengan bantuan sahabatnya Banu bisa disampingnya Dea terus, tapi Banu tidak Bisa mengungkapkannya juga. Perjalanan pulang Banu masih berharap, tapi tidak di sangka Banu di suruh nganter Dea. Kesempatan itu di manfaatkannya untuk mengungkapkannya. Saat jalan obrolan di mulai dengan biasa, kemudian di sela obrolan saat mau sampai Banu mengungkapkan isi hatinya ke Dea, dea tidak menyangka Banu berani mengungkapkan perasannya: 

Banu : Mau kah kamu jadi pacar ku? 

Dea : Apa? Apa q tidak salah dengar? (merasa kaget) 

Banu : tidak, mau apa tidak? (dengan suara agak pelan) 

Dea : (suara agak pelan) nanti tak fikir dahulu, aku tidak bisa memberi jawabannya sekarang. 

Kemudian sampai di Gang rumahnya dan Dea di turunkan dengan perasaan bingung. Banu tetap menunggu jawaban Dea dengan santai dan merasa puas, walupun banu tahu kalau Dea baru putus dengan pacarnya yang dea cintai dan juga menyadari akan ditolak. Banu merasa puas karena sudah mengungkapkann isi hati di depan Dea dan tahu yang sebenarnya. Banu sampai rumah, kemudian SMS-an sama Dea dan hasilnya di tolak dengan alasan yang sudah di fikirkan Banu sebelumnya. Setelah itu Banu mengungkapkan semua yang terjadi lewat sms. 

Semua tidak berakhir disitu, mereka tidak putus komunikasi, dan pada sms terakhir: 

Banu : kalau sudah seperti ini q harus gimana? Dan panggil apa? 

Dea : terserah kamu. Lebih baik seperti dulu adik dan kakak. Karena dari awal q menganggap mu sebagai kakak, sehingga q merasa nyaman di sampingmu. 

Banu : iya q mengerti. Ya suadah kalau gitu seperti biasa q panggil kamu sebagai adik. 

Dea : iya. 

Banu : tetapi setelah ini q mohon jangan menghindari q dan anggap saja gak terjadi sesuatu, terutama di depan teman-teman. 

Akhirnya Banu dan Dea tetap komunikasi sebagai kakak adik sesuai yang Dea ingin kan sebelumnya, dan teman-temannya tidak ada yang tahu tentang ini kecuali teman curhat Dea. Komunikasi mereka tetap berlanjut sampai sekarang. 

Mereka ber dua akrab layaknya adik kakak, walupun Banu masih mencintainya di dalam hati dan setelah kejadian itu hampir saja Dea pun merasakan hal yang sama seperti banu rasakan, tetapi tiba-tiba ada seorang lelaki yang bisa meluluhkan hati Dea kembali dan kini Dea pun menyukai cowok yang tidak kalah hebat dengan Ifan. Cowok itu bernama Zaenal, dia pernah menjabat menjadi ketua organisasi di sekolah itu saat Dea masih belajar di bangku MTs. Dea dan Zaenal itu satu desa sehingga mereka sudah mengenal, termasuk orang tua mereka. Banu kemudia mendukung dan juga berkomunikasi dengan Zaenal saat mengetahui itu. 

Sedangkan Banu juga menyukai seseorang cewak. Semua berawal saat di akhir organisasi ketika acara di tingkat Kabupaten yan bersamaan rasa kecewa kepada Dea, di acara itu Banu diperkenalkan Aji kepada seorang cewek; 

Aji : perkenalkan ini namanya Anita Kemudian Banu bersalaman tanpa kata 
(Banu salaman untuk pertama kali dg cwek saat di perkenalkan) 

Aji : Anita, perkenalkan ini Bunu Anita hanya melihat Banu 

Aji : Anita adalah ketua organisasi juga seperti mu di sekolah satu kecamatan dengan kita. biar organisasi di kecamatan baik, makanya aku kenalkan kepadamu. 
Banu dan Anita hanya terdiam mendengarkan perkataan Aji. 

Setelah itu Banu cuman bicara sebentar dengan Aji dengan pelan-pelan, membicarakan Anita. Ini pertama kalinya Banu diperkenalkan seorang cewek. Karena Banu dan Anita sama-sama ketua organisasi, Setelah itu mereka mulai komunikasi lewat SMS. Pertama sms Banu dan Anita membahas organisasi yang lama kelamaan mereka saling terbuka dengan kepribadian masing-masing. Dengan berjalannya waktu Banu dan Anita semakin dekat, dan Anita menginginkan “persahabatan” karena kedekatan itu dan sepakat tidak akan “pacaran” karena berbagai alasan dan banu menyesuaikannya. 

Semua karena Banu iku organisasi, sehingga di mempunyai banyak pengalaman yang bisa di buat pelajaran. 

Walaupun ”CINTA” tapi sebagai manusia kalau jatuh cinta ya tetap berharap bisa mendapatkan orang yang di cinta, Tapi tetaplah bersabar, jangan memaksakan kehendak dan tetap lah berusaha tersenyum :) :) untuk orang lain. Karena cinta sudah di atur oleh Allah SWT, kita hanya bisa berdo’a dan berusaha. Sehingga kalau tidak mendapatkan cintanya bahkan saat di putusin pacar atau di tolak jangan bersedih terlalu lama, berarti dia bukan jodohmu, pacar belum tentu pasangan hidupmu. Di agama islam tidak kenal kata pacaran, tapi ta’arufan. Solusi utamanya buat ku adalah lebih baik sebagai teman atau sahabat tapi tetap akrab, walaupun kata hati berbeda. Ini lah sebuah cerita sekaligus buat pelajaran untuk kita, ambil sisi Positifnya aja. Klu bisa memahami isi cerita tersebut. 

Terdapat hal positif tentang amanat, tanggung jawab, menjaga komunikasi dengan baik dll. Cerita ini cuman cerita di masa remaja yang biasa terjadi. Cerita ini hanya untuk remaja yang belum pernah mengalami masa tua.. hahaha.. 

“Not the first, but the best” 


TTD I LOVE YOU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar