Ucapan selamat dari adik kelas x dan xi MA Nurul Huda Medini Gajah Demak
Desain : Anwar Cah Prapatan (Alumni MA Nurul Huda Medini)
ANWAR CAH PRAPATAN
Minggu, 09 April 2017
Senin, 25 Juli 2016
BEKAS TAMBANG SEMEN “TUGULASI”
Rasa ingin tahu dan penasaran, itulah awal
perjalanan ku ke sebuah tempat bekas tamabang semen yang berada di desa mrisi
kecamatan tanggungharjo kabupaten
grobogan. Di tempat itu masih ada aktifitas penambangan oleh masyarakat
sekitar.
Aku ingin ke tempat itu ketika ada yang tanya
tentang tempat itu, kemudian aku mencari tahu di internet tentang daerah itu
dan akhirnya ketemu tempat itu yang biasa disebut “TUGULASI” tempat bekas
tambang PT. Semen Grobogan. Dalam pencarian informasi aku cari di blog-blog dan
google map untuk lihat lokasi.
Hasil dari pencarian di google map aku print,
tapi hasil printnya hitam putih sehingga gak terlalu jelas. Hasil print itu
tetap akan aku gunakan sebagai penunjuk jalan, karena hp ku tidak dilengkapi
google map atau GPS untuk menunjukkan jalan.
Berangkat bermodal kan gambar peta yang gak
jelas dan rasa ingin tahu sebelum mengajak teman-teman banyak. Aku berangkat
siang hari bersama temanku bernama muflik
dan bersamaan baru hujan, tapi dengan modal nekat kami tetap melanjutkan
perjalanan dari desa Medini kecamatan Gajah kabupaten Demak menuju kabupaten
Grobogan.
Kami berangkat sekitar jam 1 siang menuju ke
grobogan dengan meilhat peta dan sesekali berhenti untuk berdebat masalah jalan
yang ada di peta yang tidak jelas. Bermodal keyakinan kami tetap melanjutkan
perjalanan sampai kami kesasar dan salah jalur yang tidak terdapat pada peta.
Sehingga aku berkali-kali tanya jalan pada masyarakat sekitar, tapi tidak apa,
karena ada pepatah mengatakan “Malu bertanya, sesat di jalan”. Walaupun harus
bertanya-tanya, tapi alhamdulillah sampai desa mrisi setelah menempuh
perjalanan sekitar 1 jam 15 menit.
Sampai di desa mrisi aku bertanya lagi dan di
arahkan jalannya. Aku mengikuti jalan yang diarahkan tadi dan jalannya juga
sama yang aku lihat di internet. Jalan untuk sampai ketambang lumanyan
menantang karena jalan yang menanjak, terjal dan sampingnya lereng apalagi aku
menggunakan montor, sehingga menjadi menegangkan.
Sampai di lokasi aku memakirkan montor, saat
memakirkan melihat sekitar rasanya biasa saja, tapi setelah memakirkan kami
berjalan melihat sekitar dan apa yang kulihat sangat indah. Di tugulasi saya
kemudian berkeliling dan tidak lupa mendokumentasikan apa yang ada di sana.
Bekas tambang semen ini dulunya milik sebuah perusahaan, tapi sekarang sudah di
kelola masyarakat sekitar. Tmapat ini cukup luas setelah kami berkeliling
dengan berjalan kaki di tempat itu. Berjalan kaki terasa lelah sekali, tapi
kami tetap berjalan karena terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan di
depan mata.
Menikmati alam itu sangatlah menyenangkan
hati.kami berkeliling berfoto dan masuk ke goa dan terdapat banyak kelelawar.
Kami di tulgulasi merasa senang dan tidak tersa sudah jam 5, sehingga kami
memutuskan untuk pulang.
Perjalanan pulang tetap melewati jalur pertama
tadi tanpa melihat peta lagi. Perjalan pulang mulai jam 17.03 turun ke desa dan
melewati jalan dengan mencari mushola untuk sholat ashar, setelah dapat mushola
kami langsung sholat dan istirahat sebentar. Dari mushola kami melanjutkan
perjalanan dan kami juga mampir makan kemudian melanjutkan lagi sampai waktu
manggrib masih di jalan, sehingga kami memutuskan solat dulu di mushola yang ada
di SPBU dan istirahat lagi. Merasa istirahat sudah cukup kami melanjutkan
perjalanan tanpa berhenti dan akhirnya aku sampai rumah teman ku yang aku ajak
setelah perjalan sekitar 1 jam, kemudian aku langsung pulang ke rumahku sendiri
untuk istirahat.
Itu pengalaman perjalanan ku yang bermodalkan
seadanya, rasa ingin tahu, penasaran dan nekat. :D
TTD
CAH PRAPATAN GANDEK
puncak atas angin
PUNCAK
TERTINGGI
puncak bukanlah hal yang asing ditelinga kita,
karena sudah banyak orang sering ke puncak gunung. Aku sebelumnya belum pernah
muncak atau mendaki gunung, tapi kalau sekedar berkemah atau kemping dan
kegiatan di alam sudah pernah.
Pada hari sabtu 19 maret 2016 aku untuk
pertama kalinya mendaki gunung, lokasi yang saya tuju adalah puncak ATAS ANGIN
dengan tinggi -+ 1700 mdpl. Puncak atas angin itu berada di gunung muria
kabupaten kudus di kecamatan gebog desa rahtawu. Puncak atas angin ada beberapa
orang bilang namanya natas angin, tapi dari petunjuk yang ada sebelum mendaki
itu arah ke petilasan atas angin (mksd nya mungkin puncak itu di buat
bersemedi)
Pendakian ke puncak yang pertama ini berawal
dari postingan di facebook di grup Pecinta Alam Demak (PADe) yang ngajak
muncak, tapi muncaknya ke puncak argojembangan brangkat dari desa Colo, Dawe,
Kudus. Dari postingan itu aku tertarik dan komunikasi liwat facebook dan SMS,
tapi 2 hari sebelum muncak itu gak jadi
ke argo jembangan, di karenakan pemandu kesana sedang sakit. Setelah informasi
pemandunya sakit, aku di arahkan untuk ikut muncak ke puncak atas angin dengan
acara bersih-bersih jalur pendakian dan menanam pohon bersama komunitas pemuda
dengan nama “OMAH AKSI” yang bekerja sama dengan KARANG TARUNA desa rahtawu.
Sebelum muncak aku mengajak teman yang aku
kenal untuk ikut, tapi tidak ada yang bisa. Aku ikut muncak bermodalkan
kenyakinan dengan perlengkapan seadanya dan saya sendiri tidak kenal sama
sekali dengan mereka yang akan muncak. Ini adalah sebuah panggilan alam untuk
menjaga dan merawat alam untuk masa depan. Karena tidak kenal itu saya banyak
kendala untuk cari informasi dan alamat mereka, karena modalku hanya “nekad”
hehe...
Saya berangakat ke lokasi berkumpul di omah
aksi itu dari jam 19.00-21.15 untuk di beri pengarahan dan menunggu yang belum
datang. Saat berangkat ke rahtawu kami di bagi 2 kelompok, kelompok 1 pakai
mobil pack up untuk mengambil pupuk dan binih tanaman, sedangkan kelompok 2
pakai montor dan menunggu yang belum berangkat. Berangkat ke rahtawu jam 21.15,
tapi seblum itu kami menghanpiri teman ke bascamp di Universitas Muria Kudus,
kemudian sampai di balaidesa rahtawu untuk transit sementara dan kumpul dengan
karang taruna dari pukul 21.45-22.15. dari balaidesa kami berangkat pakai pack
up dan diantar sampai depan gapura jalur pendakian.
Perjalanan dimulai jam 23.00, semua berangkat
bersamaan melewati jalur pendakian yang jalannya terjal dan jalannya naik, yang
membuat tubuh berkeringat, sehingga tidak merasakan rasa dingin di gunung.
Dalam perjalanan yang jauh dan jumlah orang yang banyak membuat kami terpisah
menjadi kelompok-kelompok kecil dan berkali-kali istirahat dan saling
mendahului.
Akhirnya sampai puncak Abiyoso jam 01.00 untuk
istirahat dan tidur setelah perjalanan -+ 2 jam. Di puncak abiyoso sudah tempat
lokasi tidur, tapi q lebih milih kumpul dengan yang lain di dalam gubung dan
tidur berlantaikan bumi, beratapkan langit dan di temani api unggun, yang
sebagian tidur di tenda dan rumah yang disediakan.
Melanjutkan perjalanan ke puncak Atas Angin
jam 06.30, seharusnya berangkat jam 03.00 sesuai scedhule, tapi karena banyak
yang masih lelah dan tidur karena kelelahan. Aku sudah bangun jam 03.00
berharap bisa melanjutkan muncak, tapi kenyatannya gak jadi dan aku melanjutkan
tidur lagi. Dalam melanjutkan perjalan ini ada beberapa teman yang masih di
puncak abiyoso karena suadah tidak kuat melanjutkan perajalanan untuk naik ke
puncak atas angin.
Akhirnya sampai puncak atas angin jam 07.30,
setelah melewati jalur yang menantang dan juga berbahaya. Perjalan dari puncak
abiyoso sampai puncak atas angin hanya 1 jam, tapi perjalanan nya lebih
menantang, karena jalannya lebih susah dan saat puncaknya sudah kelihatan di
mata jalannya berbahaya sekaligus indah dan menakjubkan. Sesampai di puncak
kami istirahat, kemudian bersih-bersih sampah plastik yang dibuang para pendaki
yang tidak bertanggungjawab dan tidak lupa berfoto-foto untuk mengabadikan saat
di puncak atas angin.
Perjalan untuk kembali dengan jalur yang berbeda
dan memutar, kalau melewati jalur saat berangkat itu lebih berbahaya untuk
turun gunung. Perjalanan yang memutar itu menjadi lebih jauh menajdi 1 jam 30
menit dan jalan nya itu melewati wilayah kabupaten jepara dan jalannya naik
turun untuk sampai ke puncak abiyoso dan beberapakali kami istirahat dalam
perjalanan.
Sampai di puncak abiyoso lagi, kemudian kami
istirahat sebentar dan berkemas. Kami turun gunung jam 10.30, sebelum itu foto
bersama, walaupun aku gak ikut berfoto. Perjalanan turun kita pisah-pisah dan
bersih-bersih dari sampah dan perjalanannya di selimuti kabut yang tebal. Di
pertengahan jalan cuaca mulai mendung dan grimis, sehingga aku jalan terus
turun gunung supaya tidak kehujanan bersama beberapa teman dan yang lain masih
bnyak yang di belakang. Sampai di gapura jam 12.15 dan kemudian aku berlindung
di warung, karena mulai hujan dan menunggu teman-teman yang masih di jalan dan
kehujanan.
Menunggu hujan berhenti sekitar 1 jam kemudian
kembali ke lokasi balaidesa jam 14,00. Setelah di balaidesa aku dan teman yang
lain ambil motor dan pulang ke Omah Aksi. Dalam perjalanan saya merasa lelah
dan ngantuk sekali sehingga dalam perjalan aku bertahan menahan kantuk dan saya
di ajak ke tempat kost teman saya untuk mengambil beberapa keperluaannya.
Setelah sampai di omah aksi aku langsung pulang, sampai rumah gak langsung
istirahat melainkan pergi melakukan aktivitas lain di luar ruamah.
Sebuah perjalanan ke “puncak tertinggi”,
maksud tertinggi bukan tertinggi di dunia, tetapi puncak tertinggi yang aku datangi
dan yang pertama.
TTD
Alumni MA Nurul Huda Medini
Rabu, 27 Januari 2016
MA Ku gak ono OSIS (jare ku)
MA ku gak ono OSIS
Sebuah
realita lintas organisasi yang ada di MA
Nurul Huda ku berbeda dengan sekolah-sekolah lain.MA Nurul Huda berlokasi di
Desa Medini Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Di sinilah Aku mempercayakan juga
mengembangkan diri dalam merengkuh samudranya ilmu hinggamengantarkankupada
pengajaran pengalaman yang begitu hebat darinya sampai pada kelulusanku di
tahun 2015.
Madrasah Aliyah ini dididirikan pada tahun 1992 oleh Yayasan Nurul Huda. Yayasan Nurul Huda bermula dari pendirian Madrasah Diniyah, Awaliyah, Majlis Dzikir, Madrasah Tsanawiyah sampai pada akhirnya berkembang untuk merintis Madrasah Aliyah pula.
Madrasah Aliyah ini dididirikan pada tahun 1992 oleh Yayasan Nurul Huda. Yayasan Nurul Huda bermula dari pendirian Madrasah Diniyah, Awaliyah, Majlis Dzikir, Madrasah Tsanawiyah sampai pada akhirnya berkembang untuk merintis Madrasah Aliyah pula.
MA
Nurul Huda itu istimewa dan bangga ku bisa sekolah disini, meskipun Madrasah
Aliyahnya berada jauh dari jalan raya dan Pusat Kota. MA Nurul Huda Medini
membawa perbedaan dalam penetapan organisasi pelajar dengan sekolah-sekolah
lain dimana umumnya sekolah menerapkan adanya organisasi pelajar yang disebut
OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) namun yang terlihat sekarang MA ini tidak
lagi menerapkan organisasi pelajar tersebut sejak tahun 2005. OSIS di MA Nurul
Huda Medini sudah terganti dengan organisasi pelajar yang disebut IKATAN
PELAJAR NAHDLATUL ULAMA dan IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
yang biasa disingkat IPNU dan IPPNU.
Berdasarkan sejarah yang mencetuskan dan mengesahkan bahwa IPNU berdiri pada tahun 1954 dan IPPNU tahun 1955. Sayangnya, bukti keautentikan waktu berdirinya IPNU IPPNU tersebut belum dimiliki oleh MA Nurul Huda Medini mengenai kapan masuknya IPNU IPPNUdalam lembaga pendidikan ini masih menjadi simpang siur, karena tidak adanya narasumber yang mengetahui pasti dari tahun berapa IPNU IPPNU berada di MA Nurul Huda Medini, tetapi dari bukti atau arsip menyatakan bahwa organisasi pelajar IPNU IPPNU sudah ada dari tahun 2005. Tahun 2005 sudah ada struktur organisasi IPNU, namun dari arsip yang ada juga menyatakan bahwa di tahun 2003 telah diperkenalkan kegiatan IPNU IPPNU di MA Nurul Huda. Tahun 2005 barulah terbentuk IPNU IPPNU, tetapi belum sampai dikenal oleh masyarkat sekitar. Kesimpulan adanya kepengurusan IPNU IPPNU MA Nurul Huda sudah ada sekitar 10 tahun.
Berdasarkan sejarah yang mencetuskan dan mengesahkan bahwa IPNU berdiri pada tahun 1954 dan IPPNU tahun 1955. Sayangnya, bukti keautentikan waktu berdirinya IPNU IPPNU tersebut belum dimiliki oleh MA Nurul Huda Medini mengenai kapan masuknya IPNU IPPNUdalam lembaga pendidikan ini masih menjadi simpang siur, karena tidak adanya narasumber yang mengetahui pasti dari tahun berapa IPNU IPPNU berada di MA Nurul Huda Medini, tetapi dari bukti atau arsip menyatakan bahwa organisasi pelajar IPNU IPPNU sudah ada dari tahun 2005. Tahun 2005 sudah ada struktur organisasi IPNU, namun dari arsip yang ada juga menyatakan bahwa di tahun 2003 telah diperkenalkan kegiatan IPNU IPPNU di MA Nurul Huda. Tahun 2005 barulah terbentuk IPNU IPPNU, tetapi belum sampai dikenal oleh masyarkat sekitar. Kesimpulan adanya kepengurusan IPNU IPPNU MA Nurul Huda sudah ada sekitar 10 tahun.
Entah
kenapa dahulu OSIS harus diganti dengan IPNU IPPNU? Itu yang belum aku ketahui
secara jelas. Kepala madrasah Moh. Ruba’i Zafrullah, S.Ag., M.S.I mengatakan
dalam sambutannya
“kenapa harus IPNU IPPNU? Karena IPNU IPPNU tidak lah sekedar organisasi pelajar yang bisa bergerak di sekolahan saja. IPNU IPPNU itu berbeda karena mempunyaistruktur organisasi mempunyai tingkatan sampai pusat atau nasional, sihingga pelajar MA Nurul Huda bisa mendapatkan pengetahuan luar yang luas terutama pengetahuan tentang islam dan pengalaman berorganisasi”
dalam acara selapan IPNU IPPNU MA Nurul Huda (Jum’at Leginan) di akhir masa khidmat 2015-2016 dan menjelang pemilihan Ketua IPNU IPPNU baru, tepatnya tanggal 22 Januari 2016.
Pendapat Kepala Madrasah itu menjadi realita, ketika penglihatan dan penelitian langsung menyatakan kiprah lapangan OSIS tak sebebas IPNU IPPNU karena kegiatannya mendominasi di lingkup sekolah saja. Pada sambutan itu juga Kepala Madrasah mengatakan IPNU IPPNU sekarang dapat dengan mudah mengikuti kegiatan di tingkat Kecamatan, Kabupaten sampai tingkat Provinsi, dikarenakan adanya dukungan alumni MA Nurul Huda yang menjadi pengurus dan aktif di tingkat PAC (Kecamatan) dan PC (Kabupaten).
“kenapa harus IPNU IPPNU? Karena IPNU IPPNU tidak lah sekedar organisasi pelajar yang bisa bergerak di sekolahan saja. IPNU IPPNU itu berbeda karena mempunyaistruktur organisasi mempunyai tingkatan sampai pusat atau nasional, sihingga pelajar MA Nurul Huda bisa mendapatkan pengetahuan luar yang luas terutama pengetahuan tentang islam dan pengalaman berorganisasi”
dalam acara selapan IPNU IPPNU MA Nurul Huda (Jum’at Leginan) di akhir masa khidmat 2015-2016 dan menjelang pemilihan Ketua IPNU IPPNU baru, tepatnya tanggal 22 Januari 2016.
Pendapat Kepala Madrasah itu menjadi realita, ketika penglihatan dan penelitian langsung menyatakan kiprah lapangan OSIS tak sebebas IPNU IPPNU karena kegiatannya mendominasi di lingkup sekolah saja. Pada sambutan itu juga Kepala Madrasah mengatakan IPNU IPPNU sekarang dapat dengan mudah mengikuti kegiatan di tingkat Kecamatan, Kabupaten sampai tingkat Provinsi, dikarenakan adanya dukungan alumni MA Nurul Huda yang menjadi pengurus dan aktif di tingkat PAC (Kecamatan) dan PC (Kabupaten).
Ketua
PC IPNU Demak Musyadad Syarif pernah menyampaikan “hanya ada satu
sekolahan di kabupaten Demak yang berani mengganti OSIS dengan IPPNU IPPNU
sebagai organisasi pelajar, yaitu di MA Nurul Huda”saatmengisi Materi
IPNU di kegiatan MAKESTA di MA Nurul Huda pada tahun 2013.
Kepala
MA Nurul Huda juga mendukung kegiatan-kegiatan IPNU IPPNU sehingga perkembangan
IPNU IPPNU di MA Nurul Huda sangat pesat, apalagi di dukung oleh alumni-alumni
MA Nurul Huda yang pernah berorganisasi di IPNU IPPNU.
Pelantikan
IPNU IPPNU di MA Nurul Huda selalu dilantik dan dihadiri oleh pengurus PC IPNU
IPPNU Demak. Dalam pelantikan IPNU IPPNU beda dengan OSIS, OSIS hanya dilantik
Kepala Madrasah dan lingkup sekolah.
Organisasi
di MA Nurul Huda tidak banyak, hanya 2 organisasi pelajar yaitu IPNU IPPNU dan
PRAMUKA ditambah 1 grup organisasi
Drumband (marchingband) yang gabungan dengan MTs Nurul Huda. Organisasi di MA
ini agak berbeda, walaupun setrukturorganisasinya
beda, tapi semua di bawah kendali IPNU IPPNU. IPNU IPPNU itu mempunyai departemen
yang mengatur pramuka di departemen kepanduan dan drumband juga diatur oleh
departemen sosial dan kesenian. Meskipun organisasi tersebut berada di bawah kepengurusan
IPNU IPPNU, namun strukturnya tetap berbeda-beda dengan saling berkaitan untuk
memajukan MA Nurul Huda.
IPNU
IPPNU di MA Nurul Huda juga tidak selalu berjalan baik dan lancar, karena masih
banyak hambatan yang menjumpai seperti biaya, administrasi, pengetahuan, dukungan
masyarakat yang kurang dan lain-lain, tapi IPNU IPPNU tetap Jaya sampai
sekarang. Ditambah permasalahan yang muncul di tahun 2015 yang berkaitan dengan
penggunaan dana BOS untuk OSIS, maklum saja MA Nurul Huda sekolah swasta yang
dapat dana BOS. Pada tahun 2015 Kepala Madrasah memberikan pengarahan untuk
membentuk pengurus OSIS dan pelantikan, itu dilakukan agar tidak mempengaruhi
pendanaan BOS. Tapi dalam pelaksanaan tetap IPNU IPPNU yang diperlihatkan,
hanya dalam pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) terdapat dua versi,
yang pertama atas nama IPNU IPPNU dan versi kedua untuk LPJ BOS itu OSIS/IPNU
IPPNU. Jadi di MA Nurul Huda secara formal punya OSIS, tapi juga punya pengurus IPNU IPPNU yang resmi, sekaligus pelaksana kegiatan pelajar.
IPNU
IPPNU di MA Nurul Huda sekarang lebih baik terutama tiga tahun terakhir, karena
keaktifan kepengurusan IPNU IPPNU di PAC maupun di PC. Semua juga tidak lepas
dari dukungan pelajar MA Nurul Huda yang pernah aktif di IPPNU IPPNU dan
sekarang sudah lulus.Alumni-alumni yang selalu setia memberikan motivasi dan
informasi tentang IPNU IPPNU untuk
kemajuan MA Nurul Huda dalam berbagai kegiatan dan melalui media sosial.
IPNU
IPPNU adalah banom NU paling bawah, kalau tidak ada kader IPNU IPPNU apakah
jadinya NU di masa yang akan datang???
Jayalah
IPNU IPPNU dan Jayalah MA Nurul Huda!!!
Alumni
Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MA Nurul Hudasekarang sudah
ada yang menjabat di tingkat PAC (Kecamatan), PC (Kabupaten) dan Wilayah (Provinsi).
· >
Di
PAC IPNU IPPNU Kecamatan Gajah dari tahun 2013 dan sekarang 2015-2017 ketua
IPNU (mustaqim), Sekretaris, Bendahara, dan Departemen di PAC IPNU dan IPPNU
juga ada alumni IPNU IPPNU MA Nurul Huda.
· >Di
CBP KPP DKAC Kecamatan Gajah yang mengurusi juga ada alumni IPNU IPPNU MA Nurul
Huda.
·
>Di
PAC IPNU Kecamatan Dempet juga pelajar MA Nurul Huda yang menjadi pengurus.
·
>Di
PC IPNU Demak alumni IPNU IPPNU MA Nurul Huda ada yang menjabat Wakil ketua III
dan di departemen-departemen.
·
>Di
PC IPPNU Demak juga terdapat alumni IPNU IPPNU MA Nurul Huda
·
>Di
DKW CBP JATENG juga ada alumni IPNU IPPNU MA Nurul Huda
2010-2011
2013-2014
2014-2015
2015-2016
Oleh: M. Choirul Anwar
|
Kamis, 31 Desember 2015
AKHIR TAHUN 2015 DAN AWAL TAHUN 2016
Awal dan Akhir dalam hidup itu biasa, tapi kali ini saya menceritakan kegitan ku di akhir tahun 2015 dan di awal tahun 2016.
Sekarang saya adalah salah satu staf TU di MA Nurul Huda Medini yang menjadi kebanggaan bisa mengabdikan diri dan sekaligus saya bisa memantau kegitan siswa di MA Nurul Huda. Di bulan Desember 2015 saya berfikir mengenai ajakan yang beragam untuk wisata di awal tahun, tapi keuanganku lagi tipis sehingga kemudian saya punya ide untuk mengadakan menyambut malam pergantian tahun yang bertepatan dengan malam jum’at dan bulan kelahiran Nabi Muhammad dengan konsep Istigosah, Tahlilan, Berjanji, shering-shering dan menyalakan kembang api dengan mengundang siswa MA, pengurus IPNU IPPNU, alumni-alumni, dan teman yang aku undang.
Ide saya aku diskusikan dengan pengurus IPNU-IPPNU (OSIS) di MA Nurul Huda. Karena adanya kesepakatan dan kesiapan, walaupun keterbatasan biaya. Di waktu bersamaan saya kemudian langsung izin kepada Pak Zafrullah selaku Kamad. Sampai di rumah beliau saya dan ketua IPNU menjelaskan konsepnya dan pak Zafrullah langsung mengijinkan dan memberi nasehat.
Setelah izin itu, saya membuat undangan melalu media sosial (sms, facebook, dan BBM).
Undangan itu di sambut baik para pembaca dan banyak yang bilang “InsaAllah”, sebuah kata yang agak melegakan ku. Setelah beberapa hari menginformasi, akhirnya sampai pada hari kamis tanggal 31 Desember 2015.
Hari kamis saya kesekolahan seperti biasa dan membantu di TU, tai sebelum itu saya dan teman-teman memasang bendera dan Banner IPNU IPPNU dengan sentuhan kreatifitas. Siangnya saya masih di MA bersama Ikhsan dan budi. Pada jam 1 siang tiba-tiba ada sms untuk rapat PAC IPNU IPPNU GAJAH yang awalnya rencana di MA AL Irsyad Gajah, tapi jadinya di MA Nurul Huda. Rapat PAC samapai jam 4.
Selesai rapat Ikhsan dan budi beli kemabang api dan saya pulang. Saya kemabli lagi ke MA jam 5 sore dan masih belum siap, demi kegitan ini saya rela menyiapkan ruangan, menyapu, mengepel dan mengecek yang lain. Karena sendiri, kemudian saya sms Budi untuk datang dan membantu, akhirnya sebelum isya’ persiapan selesai setelah di bantu Ikhsan juga.
Adzan isya’ telah berlalu, yang datang masih sedikit. Saat bersamaan itu saya di depan komputer untuk berkomunikasi di facebook untuk mengonfirmasi yang ikut. Ketika waktu menunjukan jam 8.30 malam saya mula kegitan walaupun yang datang belum sesuai target. Acara di mulai MC dan dilanjutkan sambutan, istgosah, tahlil dan berjanji, saat acara berlangsung satu persatu mulai datang dan ikut kegitan itu.
Sharing itu bergilir sampai jam 12 dan kemudian menyalakan kembang api di lapangan menyambut pergantian waktu, setelah itu saya ingin sholat tasbih, tapi gagal gara” yang wanita banyak yang tidak bawa mukena.
Sampai jam 12 itu teman yang saya liahat itu beberapa latar belakang, ada pengurus PK IPNU IPPNU Nurda, PAC Gajah, PC Demak, dari alumni MA Nurda, alumni IPNU IPPNU, siswa MA Al ma’ruf kudus, siswa Nahmus kudus, siswa Nurda, ada mahasiswa STAIN Kudus, UIN WALISONGO Semarang, dan guru MA Nurda.
Saat adzan shubuh kemudian pada sholat jama’ah, setelah itu yang laki-laki dan beberapa perempuan pada voli, ada yang foto-foto bareng termasuk saya, ada yang ngobrol sampai jam 6. Setelah jam 6 satu persatu mulai pada pulang dan yang terakhir ada 4 orang yaitu saya, Muflik, Bambang, Ikhsan.
Itulah pengalaman ku pada tanggal 31 Desember 2015 s/d 1 Januari 2016 yang berbeda dengan biasanya.
Anwar Cah Prapatan
TUJUAN KU : WISATA HUTAN MANGROVE DAN ZIARAH
Nama saya Muhammad Choirul Anwar cah Demak. Perjalanan ku ini berawal rasa penasaran dan pertanyaan buat ku sendiri, dalam hati berkata “aku itu orang Demak, tapi kenapa aku tidak pernah jalan-jalan ke semua tempat wisata di Demak? Aku malah sering jalan-jalan di kota lain.”. berwal dari itu aku ingin berkeliling demak, tapi banyak kendala yang aku alami. Di Demak ada banyak tempat wisata religi dan wisata alam nya yaitu Wisata Hutan Mangrove di Morosari, kec. Sayung Kab. Demak. Setelah aku mendengar ada wisata itu aku menjadi penasaran pingin kesana. Kemudian aku mencari tahu dengan tanya teman-temanku lewat sms, tapi informasi yang ku dapat masih kurang lengkap, karena banyak perbedaan pendapat terutama masalah tiket yang harus dibayar dan rute perjalannya. Sehingga aku mencari tahu di google dan youtube tentang wisata di Demak terutama di Morosari, Sayung Demak. Ketika aku mencari di google tentang “wisata hutan mangrove demak” yang tidak membutuhkan waktu lama langsung ketemu.
Kemudian aku membaca di blog-blog yang memberikan informasi wiasata mangrove di Demak. Setelah melihat foto dan membaca aku semakin tertarik ketika blog yang aku baca itu ada kata yang intinya “tiket masuk GRATIS” hehehe.. dan jalan bisa ditempuh dengan jalan kaki atau bawa montor ke tengah laut pakai jembatan. Tpi blognya tidak aku baca secara detail. Tapi ketika melihat ke youtube rute ke hutan mangrove malah harus pakai perahu wisata atau ojek perahu, sehingga membuat ku bingung yang benar tu yang mana sih? Kemudian aku baca lagi blognya. Oohh ternyata harus pakai perahu dan ada dua informasi yang bilang kesana untuk satu perahunya bayar 100 rb, tpi yang satu bilang 15 rb per orang. Saat melihat ini dan teman ku mualim, andi dan wahyu yang ingin kesana melihat yang membuat tidak semangat lagi. Tapi rasa penasaranku masih ada. setelah itu aku di ajak teman ku yang beranama Syahril Saroni jalan-jalan, kemudian aku menyarankan ke hutan mangrove dan Saroni setuju. Setelah di ajak saroni, aku kemudian mencari informasi lebih detail di google. Setelah aku teliti aku menemukan hasilnya yang tidak sama dengan pikiranku kemarin. Iki hasile bro.. kalau ke wisata hutan mangrove itu harus pakai perahu karena berada ditengah laut dan kita bisa berkeliling hutan mangrove dan melihat rimbunnya mangrove yang di sana banyak burung-burung, terutama burung bangau bersarang dan biaya kesana 15 rb per orang. Tapi kalau cuman ingin berfoto di mangrove tidak harus pakai perahu, karena disana ada sebuah makam ulama’ dan untuk mencapainya kita akan melewati jembatan dan disaat ditengah jemabatan kita akan melwati mangrove yang rimbun juga. Setelah membaca itu semua, aku merasa penasaran banget gimana sebenarnya rute perjalanannya dan ingin membuktikkannya. Kemudian aku dan Saroni langsung ke lokasi pada hari Minggu, 27 Desember 2015.
Hari itu aku berangkat pagi, tapi bukan untuk berangkat ke lokasi wisata melainkan untuk kesekolahan untuk menyelesaikan tugasku, karena aku sudah berjanjian berangkat jam 9. Waktu sudah menunjukan jam 8.45 dan aku menunggu di depan MA Nurul Huda Medini. Setelah menunggu sampai jam 9, akhirnya aku dan saroni berangkat jam 9 dari desa Medini kec. Gajah, kab. Demak. Aku bermodal dengan informasi google yang sudah aku baca akhirnya aku sampai di Pasar Sayung kemudian aku melihat di kanan jalan setelah melewati jemabtan ada gapura bertulis “SELAMAT DATANG DI PANTAI MOROSARI” yang berlokasi di pinggir jalan pantura bagian barat pada jam 09.44, bisa disimpulkan perjalananku -+ 44 menit dengan kecepatan montor rata-rata 70 KM/jam.
Kemudian dari gapura masuk sejauh 1 KM dengan waktu -+ 10 menit.
Sampai di perempatan ada arah menuju Pantai Morosasri, wisata mangrove dan ke makam, aku milih ke makam.
Kemudian aku sampai di pesisir disitu rame sekali dan ada jembatan yang menghubungkan ke makam yang panjangnya beberapa ratus meter.
Aku pingin bawa montor kelokasi, tapi karena ramai montornya aku titipkan. Setelah berjalan di jembatan -+ 9 menit q sampai di kumpulan pohon mangrove yang sebenarnya dulu itu ada banyak rumah, tapi karena kena abrasi rumanyanya di tinggalkan.
Disana banyak peraturan yang harus kita patuhi. Jadi jangan semabarangan kalau disana. Di bawah rimbunnya pohon mangruve dan di keramaian aku berfoto-foto, tapi ketika hanpir sampai di makam dan di makamnya di larang berfoto, karena sudah menjadi peraturan.
Setelah dari makam aku berfoto-foto lagi disekitar mangrove sampai jam 12 lebih.
Saat pulang aku merasa masih kurang dan akhirnya aku berkiling sebentar di sekitar wilayah itu dan berfoto.
Itu lah perjalananku ke makam, walaupun tidak bisa mengelilingi hutan mangrove dan ke pantai morosari karena waktu yang kurang pas. Semoga lain waktu bisa..
Cah prapatan gandek
Minggu, 20 Desember 2015
Rabu, 09 Desember 2015
CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI
Berawal dari sebuah anggota organisasi yang ada di sekolah. Banu dan Dea hanya sebagai teman dan hanya saling kenal dalam organisasi, tapi setalah bertemu terus menerus dengan Dea selama 1 tahun. kemudian di tahun ke 2 Banu menjadi ketua organisasi di sekolah dan tidak menyangka kalau partner nya adalah Dea. Banu merasa senang karena menganggap Dea itu pintar dan bisa membantu Banu menjalankan organisasi.
Banu semakin kenal siapa Dea dan gimana prilaku serta akhlak keseharian Dea terutama setelah menjadi partner di organisasi. Di awal organisasi Banu sudah di pesan oleh ketua yang menjabat sebelumnya untuk tidak pacaran, dan Banu pun menerima amanat itu. Awalnya Banu menjalankan organisasi dan tidak mempunyai rasa di hati, hanya rasa senang bisa mempunyai partner Dea, tetapi dengan seiring berjalannya waktu Banu mempunyai rasa yang lebih dengan Dea. Satu demi satu kegiatan Banu lalui dengan selalu memperhatikan Dea. Banu bukanlah lah orang yang terburu-buru dalam mengungkapkan rasa itu, Banu pun hanya bisa terdiam memperhatikan dan mulai mengumpulkan informasi tentang dirinya, dan tidak tahu mengapa setelah bersamanya hati Banu terasa bergetar kencang setiap ketemu dengan Dea, sehingga banyak mengenang di setiap pertemuan. Dengan berjalannya waktu Banu pun mulai mengerti semua informasi tentang Dea lewat Dina teman curhat Dea dan sikap serta tingkah lakunya, dan ternyata si partnernya itu sudah mempunyai pacar namanya Ifan si anak organissasi juga dan ketika mengetahui hal itu, hati Banu pun terasa seperti tersayat, apalagi ketika mengetahui bahwa Dea sering curhat dengan Ardi kakaknya Ifan.
Sebenarnya Banu mengetahui informasi tentang itu semua, tetapi Banu simpan rapat sehingga Dea pun tidak tahu jika Banu mengetahui semua hal tetangnya. Banu melakukan itu karena Banu ingin menjadi partner yang baik supaya Dea selalu di sampingnya, serta menemaninya setiap saat menyelesaikan masalah dalam organisasi. Dea menganggap Banu sebagai kakak, sehingga Banu merasa nyaman dan senang ketika bisa ketemu dan ngobrol, walaupun di hatinya bersedih.
Banu tipe orang yang selalu menutupi masalah dengan senyuman di depan teman-teman akrabnya walupun hati dalam keadaan sedih. Banyak teman Banu berfikir kalau Banu selalu senang dan bahagi dan juga berfikir kalau Banu dan Dea berpacaran, tapi kenyataannya fikiran itu salah. Waktu terus berputar dan Banu terus ketemu dengan Dea, sehingga kalau tidak ketemu atau melihat nya Banu merasa kangen. Sesakit apapun hatinya Banu tidak bisa melupakannya, semakin lama semakin cinta dan kangen itu lah yang di rasakan, karena Dea adalah orang pertama yang telah mengisi Hatinya. Walaupun kenyataannya Banu tidak bisa mendapatkan cinta Dea, karena masih ada seseorang yang istimewa dan lebih baik yang sedang berlabuh di hati Dea.
Banu bukan tipe yang memaksa tapi menyesuaikan dan menyadari siapa dirinya yang bukan siapa-siapa. Banu hanya bisa memperhatiakan dari jauh maupun dekat dah senang sehingga Banu tetap bertahan walapun belum bisa mendapatkannya, Banu senang dan nyaman apabila Banu masih bisa ngobrol dengan dea lewat ucapan maupun sms. Asalkan Dea tidak menghindari, tapi semakin Dea menghindari semakin membuatnya galau.
Banu sadar kalau dia tidak lah pantas dengan Dea dan merasa tidak percaya diri, tapi karena hati tidak bisa berbohong.
Sehingga Banu tetap bertahan.
Banu pernah juga khilaf dan membuat Dea kecewa pastinya. begitupun juga sebaliknya Dea seringkali membuat Banu kecewa. Salah satunya dalam acara di Kabupaten saat Banu menjadi panitia kegitan dan saat pulang acara Pramuka di SD tingkat kecamatan yang tidak terlupakan. Hati Banu yang sakit tidak pernah di perlihatkan di luar, sehingga tidak ada yang tahu gimana perasaan Banu yang sebenarnya. Kenyataan yang ada mereka tetap komunikasi dengan baik di organisasi, walaupun mereka punya masalah dengan perasaan masing-masing.
Suatu ketika di akhir organisasi yang didalamnya suatu Grup mengadakan acara perpisahan di tempat wisata pantai, Banu sudah merencanakan mengajak Dea dan mengungkapkannya di sana, walaupun Dea sebenarnya pingin tidak ikut, tetapi Banu memaksa Dea ikut.
Karena Banu menyukai Dea Pertama kali saat di tempat itu. Tapi di sana tidak sesuai apa yg di rencanakannya, karena Dea tidak mau di ajak jalan. Sehingga mereka terpisah Banu jalan dengan teman lain, sedangkan Dea duduk bersantai di pinggir pantai.
Kemudian lanjutkan ke tempat Wisata Religi, Banu selalu di sampingnya dari berangkat sampai pulang dengan bantuan sahabatnya Banu bisa disampingnya Dea terus, tapi Banu tidak Bisa mengungkapkannya juga.
Perjalanan pulang Banu masih berharap, tapi tidak di sangka Banu di suruh nganter Dea. Kesempatan itu di manfaatkannya untuk mengungkapkannya. Saat jalan obrolan di mulai dengan biasa, kemudian di sela obrolan saat mau sampai Banu mengungkapkan isi hatinya ke Dea, dea tidak menyangka Banu berani mengungkapkan perasannya:
Banu : Mau kah kamu jadi pacar ku?
Dea : Apa? Apa q tidak salah dengar? (merasa kaget)
Banu : tidak, mau apa tidak? (dengan suara agak pelan)
Dea : (suara agak pelan) nanti tak fikir dahulu, aku tidak bisa memberi jawabannya sekarang.
Kemudian sampai di Gang rumahnya dan Dea di turunkan dengan perasaan bingung. Banu tetap menunggu jawaban Dea dengan santai dan merasa puas, walupun banu tahu kalau Dea baru putus dengan pacarnya yang dea cintai dan juga menyadari akan ditolak. Banu merasa puas karena sudah mengungkapkann isi hati di depan Dea dan tahu yang sebenarnya.
Banu sampai rumah, kemudian SMS-an sama Dea dan hasilnya di tolak dengan alasan yang sudah di fikirkan Banu sebelumnya. Setelah itu Banu mengungkapkan semua yang terjadi lewat sms.
Semua tidak berakhir disitu, mereka tidak putus komunikasi, dan pada sms terakhir:
Banu : kalau sudah seperti ini q harus gimana? Dan panggil apa?
Dea : terserah kamu. Lebih baik seperti dulu adik dan kakak. Karena dari awal q menganggap mu sebagai kakak, sehingga q merasa nyaman di sampingmu.
Banu : iya q mengerti. Ya suadah kalau gitu seperti biasa q panggil kamu sebagai adik.
Dea : iya.
Banu : tetapi setelah ini q mohon jangan menghindari q dan anggap saja gak terjadi sesuatu, terutama di depan teman-teman.
Akhirnya Banu dan Dea tetap komunikasi sebagai kakak adik sesuai yang Dea ingin kan sebelumnya, dan teman-temannya tidak ada yang tahu tentang ini kecuali teman curhat Dea.
Komunikasi mereka tetap berlanjut sampai sekarang.
Mereka ber dua akrab layaknya adik kakak, walupun Banu masih mencintainya di dalam hati dan setelah kejadian itu hampir saja Dea pun merasakan hal yang sama seperti banu rasakan, tetapi tiba-tiba ada seorang lelaki yang bisa meluluhkan hati Dea kembali dan kini Dea pun menyukai cowok yang tidak kalah hebat dengan Ifan. Cowok itu bernama Zaenal, dia pernah menjabat menjadi ketua organisasi di sekolah itu saat Dea masih belajar di bangku MTs. Dea dan Zaenal itu satu desa sehingga mereka sudah mengenal, termasuk orang tua mereka. Banu kemudia mendukung dan juga berkomunikasi dengan Zaenal saat mengetahui itu.
Sedangkan Banu juga menyukai seseorang cewak. Semua berawal saat di akhir organisasi ketika acara di tingkat Kabupaten yan bersamaan rasa kecewa kepada Dea, di acara itu Banu diperkenalkan Aji kepada seorang cewek;
Aji : perkenalkan ini namanya Anita
Kemudian Banu bersalaman tanpa kata
(Banu salaman untuk pertama kali dg cwek saat di perkenalkan)
Aji : Anita, perkenalkan ini Bunu
Anita hanya melihat Banu
Aji : Anita adalah ketua organisasi juga seperti mu di sekolah satu kecamatan dengan kita. biar organisasi di kecamatan baik, makanya aku kenalkan kepadamu.
Banu dan Anita hanya terdiam mendengarkan perkataan Aji.
Setelah itu Banu cuman bicara sebentar dengan Aji dengan pelan-pelan, membicarakan Anita.
Ini pertama kalinya Banu diperkenalkan seorang cewek. Karena Banu dan Anita sama-sama ketua organisasi, Setelah itu mereka mulai komunikasi lewat SMS. Pertama sms Banu dan Anita membahas organisasi yang lama kelamaan mereka saling terbuka dengan kepribadian masing-masing. Dengan berjalannya waktu Banu dan Anita semakin dekat, dan Anita menginginkan “persahabatan” karena kedekatan itu dan sepakat tidak akan “pacaran” karena berbagai alasan dan banu menyesuaikannya.
Semua karena Banu iku organisasi, sehingga di mempunyai banyak pengalaman yang bisa di buat pelajaran.
Walaupun ”CINTA” tapi sebagai manusia kalau jatuh cinta ya tetap berharap bisa mendapatkan orang yang di cinta, Tapi tetaplah bersabar, jangan memaksakan kehendak dan tetap lah berusaha tersenyum :) :) untuk orang lain. Karena cinta sudah di atur oleh Allah SWT, kita hanya bisa berdo’a dan berusaha. Sehingga kalau tidak mendapatkan cintanya bahkan saat di putusin pacar atau di tolak jangan bersedih terlalu lama, berarti dia bukan jodohmu, pacar belum tentu pasangan hidupmu. Di agama islam tidak kenal kata pacaran, tapi ta’arufan. Solusi utamanya buat ku adalah lebih baik sebagai teman atau sahabat tapi tetap akrab, walaupun kata hati berbeda.
Ini lah sebuah cerita sekaligus buat pelajaran untuk kita, ambil sisi Positifnya aja. Klu bisa memahami isi cerita tersebut.
Terdapat hal positif tentang amanat, tanggung jawab, menjaga komunikasi dengan baik dll.
Cerita ini cuman cerita di masa remaja yang biasa terjadi. Cerita ini hanya untuk remaja yang belum pernah mengalami masa tua.. hahaha..
“Not the first, but the best”
TTD
I LOVE YOU
Langganan:
Postingan (Atom)


















