Minggu, 23 Agustus 2015

SURAT PERTAMA



SURAT PERTAMA
Handphone berbunyi, ‘’Tring………tring……..tring….!!. Ternyata handphone Kugi berbunyi, mendapat sms dari Bayu. Dibukalah sms itu dengan hati yang kesal, sms itu berbunyi,
“ Maaf, aku tidak akan melarang kamu suka sama orang lain. Aku nggak berhak ikut campur dalam kehidupanmu.”
Kugi merasa salah saat membaca sms itu, karena tadi di sekolahan Kugi baru memarahi dia. Saat ini Kugi masih mempunyai perasaan yang tak menentu. Di sisi lain Kugi suka sama Arya dan di sisi lain Kugi merasa tersiksa karena Bayu menyukai Kugi, itu yang membuat Kugi merasa tidak tenang dan tersiksa oleh perasaan Bayu.
Kugi bersikap cuek dengan datangnya sms itu, namun dalam hatinya dia ingin menjelaskan apa yang ia rasakan selama ini. Kisah yang telah lama, sekian lama Bayu menyukai Kugi dan mengagumi Kugi. Namun sekian lama dan sampai saat ini Kugi belum mempunyai rasa yang seperti dirasakan Bayu.
Waktu itu berangkat sekolah, Arya memanggil Kugi.
“ Kugi, Kugi…………sini, aku di sini!”
“ Ya, bentar.” Menghampiri Arya.
“ Ada apa Ar, kangen ya kok manggil-manggil aku?” Senyum Kugi.
“ Walah siapa juga yang kangen, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”
“ Ngomong apa?” Tanya serius.
“ Kerjain PR ku dong, aku belum nih,hehehe!”
“ Gubrak deh, kirain apa. Nanti ajalah, lagi males.”
“ Sekarang napa, penting nih!”
            Arya memohon-mohon kepada Kugi, namun Kugi pergi ke kelas dan cuek. Sampai-sampai Arya merayu Kugi dengan rayuan gombalnya. Tetap saja Kugi tidak mau.
            Tiba saatnya pelajaran Biologi, saat itu juga ternyata Arya yang disuruh maju ke depan dan menjelaskan. Dengan sikap panik Arya mengambil buku Kugi, setelah ditulis Arya bingung mulai dari mana untuk menjelaskan.
“ Ayo Arya coba dijelaskan biar teman-teman kamu tahu.” Bu Kris berkata.
“ Aku bingung bu, mau mulai darimana?”
“ Darimana aja juga boleh Ar!.” Sahut Mita.
“ Kalau gitu coba kamu manggil salah satu teman kamu untuk membantu.”
“ Kugi bu.”
“ Huuuuuuu…….Arya sekarang sama Kugi, cye cye cye!!!!” Serentak sorakan teman sekelas.
            Kugi merasa malu akan kejadian itu, setelah pulang sekolah Kugi masih kesal dengan Arya gara-gara kejadian yang terjadi tadi. Kugi pulang sendiri, tiba-tiba Bayu menghampiri Kugi. Bayu meminta maaf atas segala sikap dan Bayu pengen berteman sama Kugi.
“ Ada apa lagi, mau ngomong apa?” Ketus Kugi.
“ Sampai saat ini, apa kamu mau kayak gini terus. Aku hanya ingin berteman dan memulai persahabatan ini.”
Kugi berpikir dan merenung di tempat duduk depan kelas XI IPS 1. Dalam hati berkata,
“ Apa aku ini salah, apa yang harus aku perbarui lagi. Sekian lama aku bersikap seperti itu, keegoisanku selama ini membuat orang lain sakit hati dan kecewa.”
            Setelah berpikir Kugi sadar, apa salahnya jika orang lain menyukai seorang Kugi, gadis yang smart, mudah bergaul, ramah, cantik dan aktivis. Mulai dari itu, kini mereka melupakan hal yang telah lalu. Kini mereka menjadi sahabat, namun Bayu berharap dengan persahabatan ini Kugi bisa membuka hati untuknya. Namun semua itu hanya mimpi, sudah beberapa bulan mereka bersama, bercanda tawa dan menanyakan.
“Apa hatimu masih belum ada untukku?”
Kugi hanya bisa mengalihkan pembicaraan itu, sebab Kugi tahu bahwa Bayu akan menanyakan hal itu.
Kini hati Kugi hanya ada satu nama, namun nama itu sudah mempunyai ratu di hatinya.
“Salah ya, jika aku menyayangi dia?” di kantin sekolah berbicara dengan Lusi.
“Tidak, jangan salahkan rasa sayang itu. Dari pada entar terlanjur sayang mending cukup sampai di sini saja.”
“Iya aku paham, tapi aku tidak rela jika dia sudah mempunyai ratu di hatinya.”
“Semua butuh waktu.”
Tiba-tiba Mita membawa surat yang berwarna pelangi dan bunga. Surat itu dari Bayu, Kugi kaget dengan adanya surat itu. Tak beberapa lama Arya datang membawa coklat untuk Kugi. Sikap bingung dan bertanya-tanya yang dirasakan Kugi. Saat dikelas Kugi bertanya tentang apa maksud coklat itu. Arya menjawab dengan santai dan ceria.
“Ini karna aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu yang selalu ngertiin aku, aku ingin persahabatan ini bisa terjaga selamanya.”
“Maksudnya, kan aku memang sahabatmu?”
“Iya, maka dari itu. Hanya itu yang bisa aku berikan dan kini aku sudah mempunyai ratu dihatiku, aku bahagia sekarang.” Terlihat ceria.
“Oh, selamat ya. Sekarang kamu sudah menemukan ratu yang selama ini kamu cari, jaga dan sayangi dia.” Dengan perasaan yang kecewa.
Kini Kugi merasa bahwa semua yang kita inginkan tidak harus sesuai harapan kita. Itu yang membuat Kugi semakin dewasa. Saat itu juga Kugi membuka surat itu dihadapan Arya dan membacanya, surat itu bertuliskan.


Awali pagimu dengan senyummu, mungkin saat ini kamu bertanya-tanya apa maksud surat ini. Sebelumnya maaf jika ku terlalu menyayangimu, aku seperti ini, bersikap seperti itu karna aku ingin memiliki kamu. Namun mimpi ini hanya sebuah awan yang akan selalu berjalan dalam hari-hariku. Aku tak menyesal menyayangimu, tak akan pernah kusesali itu. Saat membaca surat ini aku sudah pergi ke Bandung, tinggal dengan pamanku dan belajar disana. Jam 13.00 kereta akan membawaku pergi. Jika di ijinkan bertemu untuk terakhir kalinya, temui aku di stasiun, jika tidak ada. Aku taruhkan surat dan balon merah dikursi stasiun. Maafin aku, rasa sayangku masih ada dan akan ku bawa ke Bandung. Aku tak memaksamu untuk menjadi milikku. Menjadi sahabatku itu sudah cukup. Terima kasih buat semuanya.

Bayu,


Folded Corner: Awali pagimu dengan senyummu, mungkin saat ini kamu bertanya-tanya apa maksud surat ini. Sebelumnya maaf jika ku terlalu menyayangimu, aku seperti ini, bersikap seperti itu karna aku ingin memiliki kamu. Namun mimpi ini hanya sebuah awan yang akan selalu berjalan dalam hari-hariku. Aku tak menyesal menyayangimu, tak akan pernah kusesali itu. Saat membaca surat ini aku sudah pergi ke Bandung, tinggal dengan pamanku dan belajar disana. Jam 13.00 kereta akan membawaku pergi. Jika di ijinkan bertemu untuk terakhir kalinya, temui aku di stasiun, jika tidak ada. Aku taruhkan surat dan balon merah dikursi stasiun. Maafin aku, rasa sayangku masih ada dan akan ku bawa ke Bandung. Aku tak memaksamu untuk menjadi milikku. Menjadi sahabatku itu sudah cukup. Terima kasih buat semuanya.

Bayu,

Bel pulang berbunyi, tangis Kugi tak henti disetiap jalan membaca surat itu. Kugi langsung pergi ke stasiun bersama Arya yang kini menjadi sahabatnya, sahabat meski dulu pernah menaruh rasa.
            Bayu menunggu dan menunggu, ternyata kini saatnya kereta pergi. Saat tiba di stasiun kereta mulai jalan dan Kugi berlari mencari Bayu, namun tak bisa bertemu.
“Kenapa, jelas orang yang menyayangiku dengan tulus adalah Bayu tapi kenapa aku bodoh, tak bisa membuka hatiku, kenapa?” Menangis.
“Sudah, jangan disesali. Kamu masih punya aku, aku selalu ada buatmu.” Hibur Arya.
“Aku tak tahu harus apa?”
“Tidak ada yang harus kamu sesali, sekarang kamu tenang. Aku akan mencari surat itu.”
Tak lama Arya kembali dengan surat dan kotak musik yang diatasnya terdapat bunga mawar kuning. Kugi pun merasa bersalah dengan sikap yang ia perbuat. Padahal bukan salah siapa-siapa, karna semua ini hanya takdir yang sudah digariskan. Saat membuka surat terakhir itu Kugi menangis di sandaran Arya, surat itu bertuliskan.

MAAF AKU HARUS PERGI
AKU MENYAYANGIMU

2 komentar:

  1. itu karya teman ku hanya sbgian kecil.
    itu aja mbulet, apalgi nanti yg cerita buatanku... pasti tmbh mbulet.. hehe

    BalasHapus