SURAT
PERTAMA
Handphone
berbunyi, ‘’Tring………tring……..tring….!!. Ternyata handphone Kugi berbunyi,
mendapat sms dari Bayu. Dibukalah sms itu dengan hati yang kesal, sms itu
berbunyi,
“
Maaf, aku tidak akan melarang kamu suka sama orang lain. Aku nggak berhak ikut
campur dalam kehidupanmu.”
Kugi
merasa salah saat membaca sms itu, karena tadi di sekolahan Kugi baru memarahi
dia. Saat ini Kugi masih mempunyai perasaan yang tak menentu. Di sisi lain Kugi
suka sama Arya dan di sisi lain Kugi merasa tersiksa karena Bayu menyukai Kugi,
itu yang membuat Kugi merasa tidak tenang dan tersiksa oleh perasaan Bayu.
Kugi
bersikap cuek dengan datangnya sms itu, namun dalam hatinya dia ingin
menjelaskan apa yang ia rasakan selama ini. Kisah yang telah lama, sekian lama
Bayu menyukai Kugi dan mengagumi Kugi. Namun sekian lama dan sampai saat ini
Kugi belum mempunyai rasa yang seperti dirasakan Bayu.
Waktu
itu berangkat sekolah, Arya memanggil Kugi.
“
Kugi, Kugi…………sini, aku di sini!”
“ Ya,
bentar.” Menghampiri Arya.
“ Ada
apa Ar, kangen ya kok manggil-manggil aku?” Senyum Kugi.
“
Walah siapa juga yang kangen, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”
“
Ngomong apa?” Tanya serius.
“
Kerjain PR ku dong, aku belum nih,hehehe!”
“
Gubrak deh, kirain apa. Nanti ajalah, lagi males.”
“
Sekarang napa, penting nih!”
Arya memohon-mohon kepada Kugi,
namun Kugi pergi ke kelas dan cuek. Sampai-sampai Arya merayu Kugi dengan
rayuan gombalnya. Tetap saja Kugi tidak mau.
Tiba saatnya pelajaran Biologi, saat
itu juga ternyata Arya yang disuruh maju ke depan dan menjelaskan. Dengan sikap
panik Arya mengambil buku Kugi, setelah ditulis Arya bingung mulai dari mana
untuk menjelaskan.
“ Ayo
Arya coba dijelaskan biar teman-teman kamu tahu.” Bu Kris berkata.
“ Aku
bingung bu, mau mulai darimana?”
“
Darimana aja juga boleh Ar!.” Sahut Mita.
“
Kalau gitu coba kamu manggil salah satu teman kamu untuk membantu.”
“
Kugi bu.”
“
Huuuuuuu…….Arya sekarang sama Kugi, cye cye cye!!!!” Serentak sorakan teman
sekelas.
Kugi merasa malu akan kejadian itu,
setelah pulang sekolah Kugi masih kesal dengan Arya gara-gara kejadian yang
terjadi tadi. Kugi pulang sendiri, tiba-tiba Bayu menghampiri Kugi. Bayu
meminta maaf atas segala sikap dan Bayu pengen berteman sama Kugi.
“ Ada
apa lagi, mau ngomong apa?” Ketus Kugi.
“
Sampai saat ini, apa kamu mau kayak gini terus. Aku hanya ingin berteman dan
memulai persahabatan ini.”
Kugi berpikir
dan merenung di tempat duduk depan kelas XI IPS 1. Dalam hati berkata,
“ Apa
aku ini salah, apa yang harus aku perbarui lagi. Sekian lama aku bersikap
seperti itu, keegoisanku selama ini membuat orang lain sakit hati dan kecewa.”
Setelah berpikir Kugi sadar, apa
salahnya jika orang lain menyukai seorang Kugi, gadis yang smart, mudah
bergaul, ramah, cantik dan aktivis. Mulai dari itu, kini mereka melupakan hal
yang telah lalu. Kini mereka menjadi sahabat, namun Bayu berharap dengan
persahabatan ini Kugi bisa membuka hati untuknya. Namun semua itu hanya mimpi,
sudah beberapa bulan mereka bersama, bercanda tawa dan menanyakan.
“Apa
hatimu masih belum ada untukku?”
Kugi
hanya bisa mengalihkan pembicaraan itu, sebab Kugi tahu bahwa Bayu akan
menanyakan hal itu.
Kini
hati Kugi hanya ada satu nama, namun nama itu sudah mempunyai ratu di hatinya.
“Salah
ya, jika aku menyayangi dia?” di kantin sekolah berbicara dengan Lusi.
“Tidak,
jangan salahkan rasa sayang itu. Dari pada entar terlanjur sayang mending cukup
sampai di sini saja.”
“Iya
aku paham, tapi aku tidak rela jika dia sudah mempunyai ratu di hatinya.”
“Semua
butuh waktu.”
Tiba-tiba
Mita membawa surat yang berwarna pelangi dan bunga. Surat itu dari Bayu, Kugi
kaget dengan adanya surat itu. Tak beberapa lama Arya datang membawa coklat
untuk Kugi. Sikap bingung dan bertanya-tanya yang dirasakan Kugi. Saat dikelas
Kugi bertanya tentang apa maksud coklat itu. Arya menjawab dengan santai dan
ceria.
“Ini
karna aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu yang selalu ngertiin aku, aku
ingin persahabatan ini bisa terjaga selamanya.”
“Maksudnya,
kan aku memang sahabatmu?”
“Iya,
maka dari itu. Hanya itu yang bisa aku berikan dan kini aku sudah mempunyai
ratu dihatiku, aku bahagia sekarang.” Terlihat ceria.
“Oh,
selamat ya. Sekarang kamu sudah menemukan ratu yang selama ini kamu cari, jaga
dan sayangi dia.” Dengan perasaan yang kecewa.
Kini
Kugi merasa bahwa semua yang kita inginkan tidak harus sesuai harapan kita. Itu
yang membuat Kugi semakin dewasa. Saat itu juga Kugi membuka surat itu
dihadapan Arya dan membacanya, surat itu bertuliskan.
|
Awali
pagimu dengan senyummu, mungkin saat ini kamu bertanya-tanya apa maksud
surat ini. Sebelumnya maaf jika ku terlalu menyayangimu, aku seperti ini,
bersikap seperti itu karna aku ingin memiliki kamu. Namun mimpi ini hanya
sebuah awan yang akan selalu berjalan dalam hari-hariku. Aku tak menyesal
menyayangimu, tak akan pernah kusesali itu. Saat membaca surat ini aku
sudah pergi ke Bandung, tinggal dengan pamanku dan belajar disana. Jam
13.00 kereta akan membawaku pergi. Jika di ijinkan bertemu untuk terakhir
kalinya, temui aku di stasiun, jika tidak ada. Aku taruhkan surat dan balon
merah dikursi stasiun. Maafin aku, rasa sayangku masih ada dan akan ku bawa
ke Bandung. Aku tak memaksamu untuk menjadi milikku. Menjadi sahabatku itu
sudah cukup. Terima kasih buat semuanya.
Bayu,
|
Bel
pulang berbunyi, tangis Kugi tak henti disetiap jalan membaca surat itu. Kugi
langsung pergi ke stasiun bersama Arya yang kini menjadi sahabatnya, sahabat
meski dulu pernah menaruh rasa.
Bayu menunggu dan menunggu, ternyata
kini saatnya kereta pergi. Saat tiba di stasiun kereta mulai jalan dan Kugi
berlari mencari Bayu, namun tak bisa bertemu.
“Kenapa,
jelas orang yang menyayangiku dengan tulus adalah Bayu tapi kenapa aku bodoh,
tak bisa membuka hatiku, kenapa?” Menangis.
“Sudah,
jangan disesali. Kamu masih punya aku, aku selalu ada buatmu.” Hibur Arya.
“Aku
tak tahu harus apa?”
“Tidak
ada yang harus kamu sesali, sekarang kamu tenang. Aku akan mencari surat itu.”
Tak
lama Arya kembali dengan surat dan kotak musik yang diatasnya terdapat bunga
mawar kuning. Kugi pun merasa bersalah dengan sikap yang ia perbuat. Padahal
bukan salah siapa-siapa, karna semua ini hanya takdir yang sudah digariskan.
Saat membuka surat terakhir itu Kugi menangis di sandaran Arya, surat itu
bertuliskan.
MAAF
AKU HARUS PERGI
AKU
MENYAYANGIMU

ceritane mbulet.. wkwkw
BalasHapusitu karya teman ku hanya sbgian kecil.
BalasHapusitu aja mbulet, apalgi nanti yg cerita buatanku... pasti tmbh mbulet.. hehe